PELATIKAN PENGURUS FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) PROVSU TAHUN 2017 - 2022

Selasa, 10 Juli 2018

Administrator

Berita

Dibaca: 1106 kali

Pada Senin tgl. 4 Juni 2018 bulan  lalu telah dilaksanakan Pelantikan Kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) oleh Bapak Tengku Erry Nuradi (Gubsu) di Aula  Raja Inal Siregar Lt. 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara jl. P. Diponegoro No. 31 - Medan. Adapun dasar dari di bentuknya Kepengurusan FKUB ini adalah sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/598/KPTS/2017 tanggal 2 November 2017 tentang susunan Keanggotaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Periode Tahun 2017 – 2022.

Susunan Kepengurusan terdiri dari sbb :

Ketua : Dr. H. Maratua Simanjuntak

Wakil Ketua I : Pastur /Romo Benno Olla Tage, Pr

Wakil Ketua II : Oemar Witaryo, SH

Sekretaris : Pdt. Dr. Erich Johnsons Barus

Wakil Sekretaris : Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA

Anggota :

  1. Prof.Dr. H.Fachruddin Azmi,MA
  2. Prof.Dr. Ibrahim Gultom, M.Pd
  3. Dr.H. Asren Nasution, MA
  4. Dr.H. Akmaluddin Syahputra,M.Hum
  5. Drs. Najamuddin, M.Ag
  6. Drs. Mohd. Hatta Siregar, SH,M.Si
  7. Drs.H.Sotar Nasution,MHB
  8. Drs.H.Kahiruddin
  9. Drs.H.Taufiqurahman,SH

10.Pdt. Hotman Hutasoit

11.Pdt.NP.Sitorus, M.Th

12.Pdm.Jansen HisardoLase

13.Pdt. Sunggul P. Sirait, S.Th. MM

14.Drs. Albert Pakpahan, MAP

15.Pinandhita M. Manoragen

16.Dq. Andy Wiranata,SE

Sekretariat : Muhsin Purba dan Achmad Naseri

 

Dalam Pidatonya Bapak Ketua FKUB Provinsi Sumatera Utara Dr H Maratua  Simanjuntak yang baru dikukuhkan mengatakan, salah satu program kerja FKUB yang segera dilakukan adalah menggelar dialog, sosialisasi dan menampung aspirasi masyarakat. “Ini sesuai dengan motto kita, yaitu ‘Aqidah Terjamin Kerukunan Terjalin’,” katanya.

Dalam Kesempatan ini Gubsu Bapak Erry Nuradi mengharapkan, keberadaan  FKUB Provinsi Sumatera Utara dapat berkontribusi dalam membangun dan memelihara, serta memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan. “Dengan pengukuhan ini diharapkan juga, kerukunan umat beragama di Provinsi Sumatera Utara dapat semakin meningkat dan terus terjaga kondusifitasnya, Dimana perbedaan agama dan kepercayaan sering dijadikan alat pemecah persatuan dan kerukunan umat oleh kelompok tertentu”. “Bahkan perbedaan tersebut juga dijadikan pemicu konflik, baik horizontal maupun vertikal oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.” “Hal tersebut dimungkinkan karena kelompok tersebut sering lupa dengan makna dan hakikat dari Bhineka Tunggal Ika, yang melekat pada lambang negara kita,” kata Gubsu.

 Selanjutnya katanya, untuk terus menjamin berlangsungnya proses pembangunan, guna mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang sejahtera lahir dan batin, suasana yang kondusif mutlak diperlukan. “Kondisi tersebut terwujud jika kerukunan umat beragama tetap terjaga,  bahkan antar umat beragama harus saling bersatu padu untuk pembangunan masyarakat Provsu,” ujar Erry Nuradi.

Turut hadir acara tersebut, Kabinda Sumut Brigjen TNI Ruruh A Setyawibawa SE MM, Kepala Badan Kesbangpolinmas Provsu Suriadi Bahar,SH.MH, Unsur Forkopimda Provsu, mewakili Kemenag Provsu, MUI Sumut, Pimpinan Persatuan Gereja Indonesia, Pimpinan Konferensi Wali Gereja Pimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia, Pimpinan Perwakilan Umat Budha Indonesia, Pimpinan Agama Konghucu  Indonesia dan undangan lainnya.

Berita Terkait

Kembali ke atas

Pencarian



Jajak Pendapat

Tahukah anda tentang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprovsu?
Tahu
Sangat Tahu
Tidak Tahu
Sangat Tidak Tahu
Pernah Dengar

Lihat